PETANI GARAM
Matahari merangkak di musim kemarau
Tiba saatnya petani garam bersajak di area tambak
Ayunan kaki anak-anak berseragam merah putih
Melangkah diiringi riang tawa melintasi
tabunan
Berpadu dengan putaran kincir angin
Menyibakkan keindahan di pagi hari
Petani garam bermodal jiwa
Berdiri kokoh di bawah sengatan matahari
Tak peduli tamparan angin pada jiwanya
Mereka tetap menyulam tanah sehalus sutra
hingga tak ada rongga dan benjolan di
tubuhnya
Meski tanah mulai memanas
Air mengilau dari
wajahnya
Keringat adalah seragamnyaa
Karena ia tau sejak dari dulu
Panas adalah semangatnya
Angin adalah teman terbaiknyanya
Seketika air sudah menua
Putih merona berpancaran mengilau di langit senja
Garam pun tercipta dengan
sempurna
Lalu mengaisnya sebagai tongkat rejeki
mereka
Menimbun, menggunung
Bagaikan piramida terbentuk dari mutiara
Ahun Sumbang
Madura, 05 September 2014
0 komentar:
Posting Komentar