KAKBAHKU HILANG

| | 0 komentar



Berdiri tegak dalam ketermanguan bibir geliat mendentum doa
Tanpa suara, hati mengahadap-NYA diam meluruh segala rasa
Kepala menanduk tanah kubungkukkan tubuh lepas beban dunia
Terekam  gambar kakbah seperti nyata
Hingga berggandengan hati dan atma

Bendera di tiang berhenti berkibar
Lipatan tangan melingkari badan
Udara dipenuhi kedamaian Mekkah seperti di kamar
Seraya seperti bercakap dengan malaikat kiri—kanan

Ayat sakral yang kukicaukan tiba-tiba membawa suara musik teman kerjaku
Pensunyian diri pecah, warna dunia merebah di kolam pikiran
Mengalir warna kertas merah dan biru seperti mengajak berlayar
Kukeraskan nada suara melipat semua yang menghalangi kakbahku

Kembali kuluruskan pikiran  kucium kakbah dalam sujudku
Mendadak wajah wanita yang pernah duduk sebangku masalalu datang
Pikiran tertarik ke belakang wajahnya jelas tergambar
Hati berguman di manakah dia sekarang sepi berpesta
Kugibas pikiran mengelupas semua noda-noda itu

Tertatih-tatih menyusun bacaan shalatku
Aku tata kepingan gambar kakbahku dalam gerakan terbata-bata
Seperti mendorong ombak searah usaha yang sia-sia
Kepalaku toleh kanan-kiri dengan sisa hati yang masih bercampur angan sendiri
Hingga aku tak dapat menemukanya lagi

Madura, 2509 2014
Ahun Sumbang

PETANI GARAM

| | 0 komentar

PETANI GARAM

Matahari merangkak di musim kemarau
Tiba saatnya petani garam bersajak di area tambak
Ayunan kaki anak-anak berseragam merah putih
Melangkah diiringi riang tawa melintasi tabunan
Berpadu dengan putaran kincir angin
Menyibakkan keindahan di pagi hari

Petani garam bermodal jiwa
Berdiri kokoh di bawah sengatan matahari
Tak peduli tamparan angin pada jiwanya
Mereka tetap menyulam tanah sehalus sutra
hingga tak ada rongga dan benjolan di tubuhnya

Meski  tanah mulai memanas
Air mengilau dari wajahnya
Keringat adalah seragamnyaa
Karena ia tau sejak dari dulu
Panas adalah semangatnya
Angin adalah teman terbaiknyanya

Seketika air sudah menua
Putih merona berpancaran mengilau di langit senja
Garam pun tercipta dengan sempurna
Lalu mengaisnya sebagai tongkat rejeki mereka
Menimbun, menggunung
Bagaikan piramida terbentuk dari mutiara

Ahun Sumbang
Madura, 05 September 2014